Top 10 Lagu Sting Terbaik
2 September 2026
Seolah pencapaiannya saat memimpin The Police belum cukup untuk menempatkannya di jajaran legenda musik, Sting kemudian meniti karier solo dan meraih kesuksesan serta pujian luas selama beberapa dekade berikutnya. Penggemar classic rock mungkin tidak menempatkan karya-karya solonya yang sangat beragam itu setara dengan mahakarya The Police yang memadukan rock dan reggae, namun kita tetap patut mengapresiasi sosok yang terlahir dengan nama Gordon Sumner ini melalui daftar 10 Lagu Solo Terbaik Sting berikut.
10. All This Time (The Soul Cages, 1991)
Album ketiga Sting yang pengerjaannya penuh tantangan ini memakan waktu empat tahun; prosesnya sempat tertunda akibat partisipasinya dalam tur dunia Amnesty Tour tahun 1988 serta kebuntuan kreatif yang tak biasa menyusul wafatnya sang ayah. Namun, ia berhasil bangkit dan mencetak lagu hit yang masuk jajaran 5 Besar lewat lagu penghormatan yang menyentuh namun bernuansa cukup ceria ini.
9. Fortress Around Your Heart (The Dream of the Blue Turtles, 1985)
Sting begitu berhasrat untuk melepaskan diri dari gaya musik The Police dalam debut solonya, hingga ia menempatkan lagu yang cukup energik dengan bagian chorus megah ini sebagai lagu penutup di album The Dream of the Blue Turtles. Meski mengangkat kisah pedih pasca-perceraiannya, ‘Fortress Around Your Heart’ pada akhirnya berbicara tentang rekonsiliasi, yang diperindah oleh permainan saksofon berkelas dari Branford Marsalis.
8. When We Dance (Fields of Gold: The Best of Sting, 1994)
Di masa sebelum adanya unduhan lagu satuan—saat album kompilasi greatest hits masih memiliki nilai penting—sudah menjadi hal lumrah bagi musisi untuk memikat penggemar fanatik (yang sudah memiliki semua album sebelumnya) agar datang ke toko musik dengan menyertakan satu atau dua lagu baru sebagai daya tarik tambahan. Namun, Sting tidak sekadar mengambil jalan pintas untuk album kompilasi terbaiknya. Sebaliknya, ia menciptakan lagu cinta yang indah ini khusus untuk koleksi Fields of Gold yang dirilis tahun 1994.
7. I Hung My Head (Mercury Falling, 1996)
Dalam album Mercury Falling yang bernuansa musim gugur, Sting memasukkan unsur musik country ke dalam repertoarnya; hal ini terutama terlihat lewat nuansa *twang* yang getir namun manis dalam lagu ‘I’m So Happy I Can’t Stop Crying’ serta, secara lebih halus, dalam lirik tragis bergaya western-noir di lagu ‘I Hung My Head.’ Meskipun direkam dengan birama 9/8 yang menantang, lagu ini kemudian dibawakan ulang oleh Johnny Cash dalam versi yang mungkin dianggap sebagai versi definitifnya... sekaligus menjadi bukti penghormatan terhadap kemampuan menulis lagu Sting.
6. Russians (The Dream of the Blue Turtles, 1985)
Seperti kebanyakan musisi dari generasi pasca-Perang Dunia II, Sting tumbuh besar di bawah—meminjam istilah Queen—"bayang-bayang awan jamur nuklir." Jadi, ketika ia memutuskan untuk menyuarakan ketakutan terbesarnya terkait Perang Dingin lewat lagu "Russians" (yang terinspirasi oleh tayangan televisi anak-anak Soviet yang ia saksikan via satelit), iringan musiknya seolah menjadi bentuk tawaran damai tersendiri, dengan meminjam tema utama lagu tersebut dari komposer Rusia, Sergei Prokofiev.
5. Desert Rose (Brand New Day, 1999)
"Desert Rose" menampilkan duet Sting dengan penyanyi asal Aljazair, Cheb Mami, untuk menghadirkan nuansa lanskap Afrika Utara kuno. Agak ironis memang, karena video musiknya justru memperlihatkan Sting melaju melintasi Gurun Mojave menuju Las Vegas dengan kenyamanan mobil modern Jaguar S-Type—sebuah contoh awal dari praktik brand endorsement dalam video musik.
4. Englishman in New York ( ...Nothing Like the Sun, 1987)
Sting menyuarakan perasaan tak terhitung banyaknya ekspatriat Inggris yang berusaha beradaptasi dengan kehidupan di "Big Apple" (New York) lewat lagu "Englishman in New York"—sebuah karya yang sangat cermat dan artikulatif khas album ...Nothing Like the Sun. Meski tidak terlalu sukses di tangga lagu AS maupun Inggris, video musiknya—yang berlatar suasana bersalju di New York City—menjadi potret kenangan yang indah akan karya solo Sting di era 80-an yang memadukan berbagai genre.
3. Fields of Gold (Ten Summoner's Tales, 1993)
Lewat lagu yang sungguh memukau, "Fields of Gold," Sting mungkin mencapai perpaduan paling murni antara nuansa romantis dan melankolis sepanjang kariernya yang panjang; lagu ini meluluhkan hati banyak orang berkat aransemennya yang minimalis namun sarat sensualitas. Tak hanya itu, lagu ini pastinya juga membantu banyak orang yang sedang merayu pujaan hati untuk memperbaiki kualitas ungkapan cinta mereka agar lebih memikat.
2. If You Love Somebody Set Them Free (The Dream of the Blue Turtles, 1985)
Walaupun sulit untuk menahan tawa saat melihat gaya tari dan pilihan busana Sting yang agak janggal dalam video lagu hit solo pertamanya (begitulah ciri khas era 80-an), kami merasa lagu "If You Love Somebody Set Them Free" tetap layak masuk dalam daftar 10 Lagu Solo Terbaik Sting. Sebagaimana lagu ini mencerminkan pembebasan diri Sting dari band The Police saat dirilis dulu, hingga kini lagu tersebut tetap relevan sebagai lagu kebangsaan yang penuh sukacita tentang kebebasan.
1. If I Ever Lose My Faith in You (Ten Summoner's Tales, 1993)
Lagu pemenang Grammy dari album *Ten Summoner’s Tales* ini tampaknya merepresentasikan keseimbangan terbaik antara bakat Sting yang eklektik dan kemampuannya meracik lagu pop yang murni. Selain itu, video musiknya yang memukau secara visual—yang memadukan citra religius dengan skenario fantasi ala film Terry Gilliam—mengingatkan kita pada kontribusi penting Sting di era video musik, serta bagaimana ia berhasil mempertahankan statusnya sebagai superstar global selama hampir lima dekade.
Sumber: ultimateclassicrock
Comments
Post a Comment