Kisah Revolusi Video Game #56: SimCity (1989), Game CityBuilding Buatan Will Wright Dengan Membuat Kota Sendiri
9 Februari 2026
Konon, ketika Will Wright mendesain sebuah game perang baru bernama Raid on Bungeling Bay, ia merasa editor medan perang lebih menarik daripada mekanisme permainan itu sendiri. Bahkan, ia menyempurnakannya sedemikian rupa sehingga, pada proyek berikutnya, ia memutuskan untuk melangkah lebih jauh: menciptakan sebuah game yang berpusat pada perencanaan dan desain sebuah kota utuh, lengkap dengan sumber daya, ekonomi, dan realisme yang dimodelkan berdasarkan simulasi kota metropolitan nyata. Game ini kemudian disebut SimCity, dan ini terjadi tepat lebih dari 30 tahun yang lalu.
Lebih dari sekadar game
Ada beberapa elemen yang membuat SimCity layak disebut "legendaris," serta dianggap sebagai "salah satu video game paling berpengaruh di industri" dan salah satu yang terlaris. Yang pertama adalah konsep simulasi di mana beberapa aturan realistis dan terdefinisi dengan baik menentukan apa yang terjadi pada karakter dan lanskap dalam game. Aspek inovatif kedua adalah bahwa ini adalah game di mana tidak ada pemenang atau pecundang. Tujuan SimCity adalah bersenang-senang, jadi ada mereka yang menikmati menciptakan kota-kota yang kaya; Ada yang lebih suka melihat kota-kota tersebut rata dengan tanah akibat gempa bumi, banjir, atau bencana alam lainnya; dan ada pula yang sekadar menikmati sentuhan artistik yang membedakannya. Ide ini membentuk game-game masa kini, seperti Minecraft dan Skyrim.
SimCity banyak mengambil inspirasi dari pengetahuan tentang perencanaan kota pada saat itu. Bahkan, Wright mengakui menggunakan ide dan rumus dari Urban Dynamics, sebuah buku karya Jay W. Forrester yang diterbitkan pada tahun 1969 dan menjelaskan beberapa konsep dasar. Karena itulah kota imajiner tersebut dibagi menjadi berbagai jenis area (industri, komersial, perumahan) dan mengambil inspirasi dari ide-ide seperti kepadatan perkotaan, kapasitas jalan raya, serta penggunaan energi dan sumber daya.
Pada tahun 1989, komputer pribadi belum seperti sekarang, sehingga versi pertama SimCity memiliki banyak keterbatasan. Grafiknya kasar: tata letak datar dengan blok persegi besar. Pilihan yang tersedia juga terbatas, tetapi hal ini akan membaik seiring berjalannya waktu. Pada dasarnya, pemain menggambar jalan dan bangunan di peta, mengamati bagaimana, seiring berjalannya waktu (bulan dan tahun), ekonomi akan berkembang dan kota akan maju.
Pengendalian terutama dilakukan melalui pajak dan penganggaran: uang dikumpulkan dari penduduk dan bangunan, kemudian diinvestasikan di sektor-sektor seperti keamanan, pemadam kebakaran, atau pariwisata untuk menarik lebih banyak orang. Penduduk (disebut "sims") lebih bahagia jika tidak ada kemacetan lalu lintas dan jika ada lebih banyak perpustakaan atau taman hiburan.
Dengan hadirnya SimCity 2000 (pada tahun 1993), grafisnya jauh lebih baik karena kini menggunakan desain isometrik. Ratusan opsi penting juga ditambahkan, seperti lapisan bawah tanah tempat kanal air atau jalur metro dapat dibangun, sehingga meningkatkan cara untuk menghubungkan berbagai area kota. Jalan dapat berupa jalan raya multi-jalur, dan stasiun bus, kereta api, bandara, dan pelabuhan laut juga disertakan.
Rahasianya terletak pada detailnya
Simulasi SimCity membuat Anda harus mempelajari rumus-rumus perencanaan kota dan mempraktikkannya untuk mengembangkan kota; bahkan, dikatakan bahwa akan sulit menemukan seseorang yang bekerja di bidang teknik sipil atau infrastruktur yang belum pernah memainkan SimCity. Salah satu elemen yang sangat penting, misalnya, adalah sumber energi: pusat energi harus dibangun sesegera mungkin, dan kemudian energi harus diangkut ke kota-kota, selain menghubungkan jalan ke segala sesuatu. Memilih tempat terbaik untuk kota (dekat sungai, danau, atau laut) juga penting, begitu pula ukuran blok kota: beberapa memungkinkan pemain untuk membangun dan menggunakan lahan maksimum dengan jalan minimum di sekitarnya (ukuran idealnya adalah "6x6").
Jumlah detail di kota-kota modern yang hilang dari versi pertama SimCity adalah angka yang menarik. Beberapa di antaranya berkaitan dengan keterbatasan grafis (mereka tidak dapat menampilkan banyak detail), tetapi yang lain terkait dengan perubahan sosial selama tiga dekade terakhir. Pada awalnya, misalnya, tidak ada tempat parkir dan juga tidak diperlukan. Mobil bisa pergi ke mana saja sesuka hati seolah-olah itu bukan masalah (meskipun jumlah kendaraan yang berlebihan akan menyebabkan kemacetan). Tidak ada pula jalur sepeda, sesuatu yang awalnya memperburuk keadaan bagi pemain Eropa. Dari segi energi, tidak ada pusat energi surya (energi fotovoltaik), hanya batu bara, bendungan PLTA, atau pembangkit listrik tenaga nuklir. Bahkan, kekhawatiran tentang keberlanjutan dan lingkungan tidak seperti sekarang: permainan ini kurang memperhatikan kualitas udara, dan bahkan tidak ada pusat daur ulang atau tempat pembuangan sampah. Betapa zaman telah berubah!
Comments
Post a Comment