11 Agustus 2026
Sigourney Weaver adalah sosok ikonik dalam segala artian. Terlahir dengan nama Susan Alexander Weaver di New York City pada tahun 1949, ia mulai tertarik pada dunia akting saat berusia 14 tahun dan memilih untuk mengubah namanya menjadi Sigourney, yang diambil dari nama karakter pendukung dalam novel The Great Gatsby. Setelah menyelesaikan studinya di Stanford dan Yale, ia sempat memainkan peran kecil dalam film Annie Hall pada tahun 1976, sebelum akhirnya mendapatkan peran yang melambungkan namanya dalam film Alien dua tahun kemudian.
Sejak saat itu, Sigourney Weaver telah menjadi salah satu aktris Hollywood yang paling dikenal luas. Baik saat memerankan tokoh utama dalam film seperti seri Alien dan Gorillas in the Mist, maupun saat membawakan karakter dengan pendalaman yang kuat seperti dalam Avatar atau Galaxy Quest, Weaver selalu menghadirkan kesan berwibawa dan penuh kharisma pada setiap peran yang ia mainkan. Dengan raihan penghargaan BAFTA, dua Golden Globe, Grammy, dan dua Saturn Award, tidak mengherankan jika puluhan filmnya menjadi tontonan wajib bagi banyak penonton.
10. A Monster Calls (2016)
Sebagai sebuah kisah modern yang melankolis, A Monster Calls menyuguhkan pengalaman menonton yang mengharukan sekaligus getir. Connor O’Malley (Lewis MacDougall) adalah seorang bocah laki-laki asal Inggris yang sedang menghadapi masa-masa sulit. Ibunya (Felicity Jones) sedang sekarat akibat kanker, neneknya yang bersikap dingin (Sigourney Weaver) telah pindah ke rumah mereka, sementara ayahnya sibuk dengan keluarga barunya di Amerika. Kemudian, setiap malam, sebuah pohon di luar rumahnya berubah wujud menjadi monster raksasa (Liam Neeson) yang menuturkan kisah-kisah kelam dan tak lazim kepadanya.
Karakter yang diperankan Weaver dalam A Monster Calls merupakan upaya sengaja untuk mendobrak stereotip klise tentang sosok nenek yang jahat dan galak; ia bahkan menjadi pusat dari salah satu kisah yang diceritakan oleh sang monster. Meskipun tampak dingin dan agak kurang peka, pada akhirnya ia hanyalah seorang wanita tua yang kelelahan; ia harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan putrinya sekaligus bersiap mengasuh cucu laki-laki yang kehadirannya membuatnya merasa sangat tidak siap. Ini adalah peran yang menantang untuk dimainkan, namun Weaver berhasil membawakannya dengan penuh penghayatan yang menyentuh hati serta semangat yang luar biasa.
9. Galaxy Quest (1999)
Gwen DeMarco (Sigourney Weaver) adalah salah satu dari sekian banyak aktor yang kesulitan meniti karier; ia berjuang—namun gagal—untuk lepas dari bayang-bayang peran yang pernah ia mainkan dalam serial TV fiksi ilmiah kultus, Galaxy Quest. Dalam kasus Gwen, perannya sebagai petugas komunikasi sekaligus penerjemah komputer di kapal tersebut lebih sering memicu wawancara mengenai ukuran dadanya ketimbang kinerjanya. Namun, para pemeran harus benar-benar menjalankan peran mereka saat sekelompok alien sungguhan—yang terinspirasi oleh acara tersebut—meminta bantuan mereka untuk menghadapi ancaman jahat.
Sebagai film Star Trek sempurna yang secara teknis tidak ada hubungannya dengan Star Trek, Galaxy Quest menampilkan perpaduan apik antara peran komedi dan fiksi ilmiah yang dilakoni Weaver. Meski kerap dibuat kesal oleh tingkah polah rekan-rekan prianya, Gwen tetap berusaha sebaik mungkin menjalankan tugasnya (yang ia sendiri akui konyol) di tengah situasi yang kacau. Ia mendapatkan bagian dialog paling jenaka dalam film ini, dan dalam versi awal penyuntingan, ia menjadi satu-satunya karakter yang melontarkan umpatan kasar. Jenaka, penuh satir, dan secara mengejutkan menyentuh hati, Galaxy Quest tetap menjadi film klasik kultus yang tak lekang oleh waktu.
8. Gorillas in the Mist (1988)
Tragis, indah, dan membekas di ingatan, Gorillas in the Mist diangkat dari kisah nyata luar biasa tentang Dian Fossey (Sigourney Weaver). Awalnya seorang terapis, Fossey tergerak untuk mempelajari primata dan pergi ke Pegunungan Kongo untuk meneliti gorila. Setelah memindahkan lokasi penelitiannya ke Rwanda, ia mendapati bahwa kawanan gorila tersebut berada dalam bahaya besar akibat perburuan liar. Tergugah oleh keberadaan hewan-hewan luar biasa ini, Fossey mengerahkan seluruh tenaganya untuk melindungi mereka, bahkan harus mengorbankan persahabatan, cinta, dan pada akhirnya, nyawanya sendiri.
Sebagian kritikus berpendapat bahwa penggambaran karakter Fossey dalam film ini dibuat lebih "halus" dibandingkan sosok aslinya, namun hal itu tidak menghalangi mereka untuk memberikan pujian yang layak atas penampilan Weaver, yang mengantarkannya meraih nominasi Oscar untuk Aktris Terbaik. Ia menghadirkan rasa welas asih, keberanian, dan kemarahan dalam setiap adegan, hingga ke saat-saat terakhir hidupnya yang tragis dan misterinya belum terpecahkan hingga kini. Ditambah dengan rekaman nyata gorila yang indah serta kostum luar biasa karya Rick Baker, Gorillas in the Mist menjadi kisah yang getir sekaligus mengharukan tentang misi seorang wanita.
7. Holes (2003)
Ditulis oleh Louis Sachar dan diadaptasi dari novel anak-anak karyanya dengan judul yang sama, Holes menyajikan kisah penjara yang berbeda dari biasanya. Stanley Yelnats muda (Shia LaBeouf) dijebak atas tuduhan mencuri sepasang sepatu kets berharga dan dikirim ke Camp Green Lake sebagai hukumannya. Terlepas dari namanya, tak ada setetes air pun yang terlihat di sana; Stanley dan rekan-rekan sesama penghuni kamp harus menggali lubang di tengah gurun setiap hari di bawah pengawasan ketat Warden Walker (Sigourney Weaver) beserta antek-anteknya. Namun, Stanley tidak menyadari bahwa ia akan mengungkap sebuah misteri yang telah terkubur selama seratus tahun.
Warden Walker adalah sosok wanita yang motif sebenarnya tetap menjadi misteri hingga akhir cerita; yang jelas, ia sama sekali tidak memedulikan kesejahteraan anak-anak tersebut. Dengan kuku yang dilapisi racun ular derik, sikap tegas tanpa basa-basi, serta prinsip moral yang fleksibel demi kelangsungan kampnya, ia adalah sosok yang sangat disegani sekaligus ditakuti. Meski durasi kemunculannya di layar tidak sebanyak anak buahnya, setiap kali Weaver tampil dalam film Holes, penonton langsung paham bahwa ia adalah sosok yang serius dan tak main-main.
6. The Ice Storm (1997)
Disutradarai oleh Ang Lee, The Ice Storm adalah kisah tentang kekecewaan yang berlatar pada akhir pekan Thanksgiving tahun 1973. Saat itu, Nixon bersiap meninggalkan Gedung Putih dan era free love telah berlalu, sementara dua keluarga berada di Connecticut memutuskan untuk melakukan eksperimen mereka sendiri. Weaver memerankan Janey Carver, seorang wanita bersuami yang menjalin hubungan gelap dengan tetangganya, Ben Hood (Kevin Kline), sebagai pelarian dari kenyataan bahwa suaminya sering pergi meninggalkannya demi urusan pekerjaan.
Lewat penampilan yang kembali mengantarkannya meraih nominasi Golden Globe, Weaver memerankan sosok Janey yang merasa sangat tidak bahagia; ia ingin melepaskan diri dari situasinya dan lolos dari badai yang ia tahu akan segera datang, namun ia selalu gagal dalam setiap upayanya. Ironisnya, saat puncak peristiwa yang membawa bencana itu akhirnya terjadi, sosoknya justru hampir tak terlihat, membiarkan karakter-karakter lain menghadapi kekacauan yang timbul karenanya. The Ice Storm berkisah tentang orang-orang yang mencari jalan keluar dari dunia mereka, namun mereka terlalu terperangkap dalam kebiasaan lama sehingga tidak mampu melakukan pelarian yang bermakna—selain kehancuran itu sendiri.
5. Working Girl (1988)
Dalam Working Girl, Weaver berperan sebagai Katherine Parker, seorang mitra di perusahaan bisnis dan akuisisi yang memutuskan untuk mempekerjakan sekretaris ambisius bernama Tess McGill (Melanie Griffith). Awalnya, ia tampak sebagai atasan yang baik, namun ia justru menepis ide-ide Tess sembari diam-diam berniat mencurinya. Namun, ketika Parker mengalami patah kaki saat berlibur, ia tidak punya pilihan selain menyerahkan tanggung jawab pekerjaannya kepada Tess selama masa pemulihan. Sekembalinya dari liburan, ia mendapati bahwa Tess hampir mengajukan rencana besar kepada dewan direksi dan juga menjalin hubungan asmara dengan kekasihnya, Jack (Harrison Ford).
Sepanjang kariernya, Weaver memiliki bakat memerankan wanita yang sarkastis dan diam-diam mendominasi, namun sosok Katherine Parker mungkin merupakan karakter antagonis paling menyebalkan sekaligus memikat yang pernah ia perankan. Kemampuannya menampilkan sikap angkuh khas kelas atas menjadikannya sosok antagonis yang sempurna untuk mengontraskan optimisme dan tekad Tess—yang berasal dari kelas pekerja—dalam menghadapi segala rintangan. Tampil glamor, licik, dan menyimpan sisi jahat yang samar di balik senyumnya, Weaver menunjukkan performa terbaiknya dalam Working Girl.
4. Dave (1993)
Mempertemukan kembali Weaver dengan sutradara Ghostbusters, Ivan Reitman, Dave adalah sebuah komedi politik dengan kejutan cerita yang sangat jenaka. Kevin Kline memerankan dua karakter sekaligus: Presiden Bill Mitchell dan seorang pria bernama Dave, yang kebetulan memiliki kemiripan fisik yang mencolok dengan sang penghuni Gedung Putih. Setelah menjalani pekerjaan sampingan sebagai peniru presiden di berbagai acara, Dave direkrut oleh Secret Service untuk menjadi sosok pengganti presiden secara purnawaktu—namun ia akhirnya terjebak dalam peran tersebut tanpa batas waktu setelah sang presiden mengalami koma.
Weaver berperan sebagai Ibu Negara Ellen Mitchell, yang tidak menaruh curiga dan mengira Dave adalah sosok suami yang buruk—sama seperti suaminya yang asli, yang hubungannya telah merenggang selama bertahun-tahun. Namun, ketulusan niat Dave untuk memperbaiki kehidupan sesama warga Amerika perlahan meluluhkan hati Ellen, dan keduanya pun mulai menjalin hubungan asmara yang tulus. Dengan sentuhan satir yang menghibur namun tetap memiliki sisi emosional yang sungguh-sungguh, film Dave sungguh memikat; Kline dan Weaver pun menampilkan chemistry yang nyata dalam momen-momen film yang lebih membumi.
3. Alien (1979)
Sebagai film yang melambungkan karier Weaver, Alien merupakan perpaduan antara Halloween dan Star Wars, yang menghadirkan salah satu tokoh pahlawan wanita paling legendaris dalam sejarah sinema: Ellen Ripley. Awalnya hanya salah satu anggota kru pesawat luar angkasa komersial Nostromo, ia terbangun dari tidur panjang (hyper-sleep) untuk merespons sinyal bahaya dari sebuah planet tak berpenghuni. Mereka hanya menemukan sebuah kapal yang ditinggalkan dan ratusan telur misterius. Saat salah satu telur menetas, hal itu memicu rangkaian peristiwa di mana sesosok makhluk asing mulai menyerang—dan Ripley mungkin menjadi satu-satunya orang yang mampu menghentikannya.
Sejak awal, Ellen Ripley membuktikan dirinya sebagai sosok paling cerdas di pesawat tersebut; ia menyadari bahwa membawa masuk anggota kru yang terinfeksi—dengan makhluk asing yang menempel di wajahnya—bukanlah keputusan yang bijak. Meski semakin banyak anggota kru yang tewas akibat keputusan tersebut, ia berhasil bertahan hidup dan akhirnya bisa beristirahat dengan tenang setelah berhasil meloloskan diri di akhir cerita. Walaupun ia harus berulang kali melawan makhluk-makhluk itu, kemunculan perdana Ellen Ripley memperlihatkan alasan mengapa ia menjadi sosok pahlawan utama dalam franchise ini.
2. Ghostbusters (1984)
Dana Barrett (
Sigourney Weaver) adalah seorang pemain selo yang berusaha keras menghadapi masalah-masalah khas New York—mulai dari mencari nafkah dan berurusan dengan tetangga, hingga menemukan portal menuju dimensi lain yang berisi anjing-anjing iblis mengerikan di dalam kulkasnya. Ia memanggil sekelompok pembasmi fenomena paranormal yang disebut
Ghostbusters, namun awalnya ia merasa risi dengan pendekatan romantis dari Peter Venkman (
Bill Murray). Namun, ketika ia akhirnya dirasuki oleh salah satu anjing iblis tersebut, ia menjadi kunci yang membuka jalan bagi ancaman supranatural jenis baru yang mengancam kota New York.
Meskipun perannya tidak semenonjol kuartet komedi utamanya, Dana Barrett tetap menjadi bagian penting dari semesta Ghostbusters. Weaver tampil memukau dalam memerankan dua sisi karakter: Dana sebagai wanita biasa yang kewalahan menghadapi masalah, serta sosok yang menyeramkan sekaligus sensual saat tubuhnya dirasuki oleh Zuul. Ia mungkin tidak memegang peran besar dalam sekuel-sekuelnya, namun Sigourney Weaver-lah salah satu pihak pertama yang memutuskan hal tersebut.
1. Aliens (1986)
Ripley kembali, dan dia tampil lebih hebat dari sebelumnya. Setelah terbangun kembali dari tidur panjangnya, Ripley (Sigourney Weaver) memberikan penjelasan kepada dewan direksi Weyland-Yutani mengenai peristiwa yang terjadi di pesawat luar angkasa tersebut. Bersama sekelompok marinir—termasuk android bernama Bishop (Lance Henriksen)—Ripley menjalankan misi kembali ke planet tempat ditemukannya telur-telur Xenomorph untuk memusnahkan makhluk-makhluk itu sepenuhnya. Namun setibanya di sana, mereka menyadari bahwa kekuatan pasukan mereka tidak cukup untuk menghadapi kawanan monster yang telah menanti mereka.
Ripley sekali lagi membuktikan dirinya sebagai sosok paling cerdas di antara mereka semua; ia mengambil kendali penuh tanpa kompromi, tidak membiarkan para atasan yang belum pernah menghadapi alien itu meremehkannya, serta mempertaruhkan nyawanya demi melindungi Newt (Carrie Henn), seorang anak yatim piatu yang selamat. Saat tiba waktunya menghadapi sang Ratu Alien di puncak cerita, kemunculan dan kalimat ikoniknya menjadi momen yang menepis segala keraguan siapa pun mengenai alasan mengapa ia menjadi salah satu sosok perempuan paling ikonik dalam genre fiksi ilmiah.
Sumber: collider
Comments
Post a Comment