Peringkat Bos Terakhir Di Seri Gears of War Terbaik

14 Agustus 2026


Selain menyuguhkan aksi penuh darah dan karakter-karakter yang memikat hati, seri Gears of War juga dikenal karena keragaman musuhnya. Tentu saja, musuh utama yang harus dihadapi oleh COG—terutama pada seri-seri awal—adalah Locust; namun, makhluk humanoid misterius ini hadir dalam berbagai bentuk dan ukuran. Hal serupa juga berlaku bagi Lambent yang muncul di bagian cerita selanjutnya, serta DeeBees dan Swarm yang hadir dalam Gears of War 4.

Tak perlu diragukan lagi, seri ini telah menampilkan begitu banyak jenis musuh yang unik. Berkat hal tersebut, para pengembang memiliki kebebasan penuh untuk berkreasi saat merancang bos terakhir yang harus dihadapi pemain di penghujung petualangan mereka. Berikut adalah perbandingan berbagai musuh terakhir yang muncul di sepanjang seri Gears of War, ditinjau dari relevansinya terhadap cerita, mekanisme pertarungan, serta tingkat kesulitan keseluruhannya.

7. Infected Brumak (Gears of War 2)


Banyak penggemar mengenang kembali campaign Gears of War 2 dengan kesan positif, dan tentu saja ada alasan kuat di baliknya. Cerita game ini merupakan yang paling kelam dalam keseluruhan seri; game ini berhasil menggambarkan betapa besarnya dampak perang terhadap warga sipil, serta betapa kejamnya Locust demi selangkah lebih dekat menuju tujuan mereka. Pada babak akhir cerita, Marcus dan timnya menemukan musuh baru yang disebut Lambent—yakni Locust maupun manusia yang telah bermutasi hingga tak lagi bisa dikenali akibat paparan Imulsion yang berlebihan.

Menghadapi prajurit Locust biasa yang telah berubah menjadi Lambent saja sudah cukup sulit, namun di akhir misi pamungkas, Delta Squad harus berhadapan langsung dengan salah satu unit Locust paling tangguh, Brumak, yang telah bermutasi menjadi Lambent yang mengerikan. Meskipun momen ini seharusnya menjadi puncak aksi yang epik, pertarungannya sendiri justru sangat singkat; pada dasarnya, pemain hanya perlu mengarahkan Hammer of Dawn sembari helikopter mereka berputar mengelilingi monster raksasa tersebut. Ini adalah cara yang terkesan kurang memuaskan untuk mengakhiri sebuah campaign yang sebenarnya luar biasa.

6. Hive Beast (Gears of War 4)


Setelah perjalanan panjang dan penuh rintangan, hambatan terakhir yang harus dihadapi JD dan kawan-kawannya di Gears of War 4 adalah monster raksasa bertubuh kekar yang dikenal sebagai Hive Beast. Dalam pertempuran ini, pemain mengenakan eksoskeleton mekanis kecil yang gerakannya agak kaku, namun juga berfungsi sebagai pelindung kokoh dari proyektil mematikan sang monster. Paruh pertama pertarungan hanya melibatkan aksi menembaki bos tersebut sebanyak mungkin, tetapi di tengah jalan, pemain ditugaskan untuk mencabut baling-baling helikopter dan menggunakannya sebagai alat pertahanan.

Sejak saat itu, tempo pertarungan melambat drastis; pemain harus berjalan perlahan mendekati monster sambil memutar-mutar senjata baru mereka untuk menangkis proyektil, sembari sesekali terdorong mundur akibat auman dahsyat sang monster. Untungnya, begitu JD berhasil cukup dekat dengan Hive Beast, pertarungan berubah menjadi tontonan penuh darah yang sangat khas bagi seri ini—meskipun keseluruhan pertempuran sebenarnya bisa dibuat lebih cepat agar terasa lebih seru.

5. Ukkon (Gears Tactics)


Ilmuwan Locust yang banyak bicara, Ukkon, muncul beberapa kali sepanjang cerita Gears Tactics; namun, meski sombong, ia tidak datang sendirian saat menghadapi COG di pertempuran terakhir. Ukkon tiba dengan menunggangi makhluk baru bernama "Hydra," dan makhluk ini jelas bukan lawan yang bisa diremehkan di medan tempur.

Hydra dilengkapi dengan serangan auman dahsyat serta dua peluncur roket yang siap ditembakkan untuk memecah formasi tim pemain. Sembari menghadapi ancaman tersebut, pemain juga harus menangkis gelombang pasukan musuh yang terus berdatangan, sehingga mencari perlindungan (cover) sebanyak mungkin sangatlah disarankan. Pertarungan ini mungkin terasa agak terlalu panjang mengingat betapa tangguhnya Hydra, namun tetap menjadi konfrontasi akhir yang menantang dan menguji segala kemampuan yang telah dipelajari pemain sejauh ini.

4. General Karn (Gears of War: Judgment)


Meskipun hanya muncul dalam game yang secara teknis merupakan spin-off, General Karn sebenarnya adalah salah satu sosok paling penting sekaligus berbahaya dalam keseluruhan seri ini. Ia merupakan salah satu komandan Locust pertama yang menyatakan kesetiaan kepada sang Ratu di awal perang, dan juga dikenal sebagai otak di balik peristiwa Emergence Day—hal yang mengisyaratkan bahwa pemain mungkin akan melihat kemunculannya kembali dalam Gears of War E-Day

Bisa dibilang, saat komandan ini dikepung oleh Baird dan timnya di akhir Judgment, ia memberikan perlawanan yang sangat sengit. Karn bertengger di atas Reaver modifikasi miliknya yang dilengkapi dengan senapan dual gatling—senjata yang siap mencabik-cabik pemain hingga hancur lebur jika mereka tidak terus-menerus berpindah posisi di balik perlindungan. Sebagai seorang komandan, Karn juga memanggil pasukan Locust bawahannya untuk membantunya dalam pertempuran ini, menciptakan baku tembak kacau yang sangat seru untuk dijalani.

3. The Kraken (Gears 5)


Dari segi ukuran, the Kraken jelas merupakan bos terakhir terbesar dalam seri ini, dan posturnya yang masif turut menjadikan pertarungan ini terasa begitu epik dan megah. Hal yang membuat pertarungan ini begitu berkesan bagi banyak penggemar adalah variasi dalam aspek permainannya. Awalnya, pertarungan ini terasa seperti segmen turret biasa di mana pemain menembakkan railgun ke arah mulut Kraken, sebelum kemudian beralih ke segmen pertempuran darat—saat itulah tantangan sesungguhnya dimulai.

Selama pertarungan, Kraken akan menggunakan lidahnya untuk mencoba melahap siapa pun yang berada dalam jangkauannya. Serangan ini mendorong para pemain untuk tetap saling berdekatan, karena satu-satunya cara menghentikannya adalah dengan menembaki lidah tersebut begitu muncul, demi menyelamatkan rekan setim dari kematian tragis. Sesekali, Kraken bahkan akan menerjang ke depan dan mencoba menangkap anggota COG yang lengah dengan mulutnya, sehingga memaksa pemain untuk terus bergerak agar tidak terkena serangan. Pertarungan sengit ini berakhir dengan pengorbanan Jack yang memanggil serangan Hammer of Dawn untuk mengalahkan the Kraken sekali dan untuk selamanya.

2. Tempest (Gears of War 3)


Ratu Locust, Myrrah, mungkin sudah diperkenalkan di Gears of War 2, namun baru pada game ketiga dalam trilogi inilah pemain akhirnya memiliki kesempatan untuk mengalahkannya secara permanen—itu pun jika mereka mampu bertahan dari serangan bertubi-tubi Tempest. Tempest adalah makhluk udara besar yang digunakan Myrrah sebagai sarana transportasi pribadinya, namun makhluk ini juga mampu melontarkan sinar panas dahsyat yang dapat membinasakan manusia mana pun yang terkena dampaknya, sehingga pertarungan ini menjadi cukup sulit.

Alasan lain mengapa pertarungan ini begitu menonjol adalah dialog Myrrah. Saat berbicara langsung kepada manusia, ia menyebut mereka sebagai "monster pelaku genosida" yang sama seperti kaum Locust; hal ini membuat pemain merenungkan betapa banyaknya jumlah Locust yang telah mereka bunuh sepanjang permainan hingga titik ini. Pertarungan tersebut berakhir dengan adegan yang sangat emosional di mana Marcus membunuh sang ratu demi mengenang Dom serta semua manusia lain yang tewas akibat ulah Myrrah selama perang berlangsung.

1. Raam (Gears of War)


Selain sang ratu sendiri, Raam merupakan salah satu penjahat paling ikonik dalam seri ini, meskipun faktanya ia hampir tidak pernah merangkai satu kalimat pun sepanjang game pertama. Sebenarnya, Raam tidak perlu bicara untuk menebar ketakutan pada musuh-musuhnya; postur tubuhnya yang besar, pisau jagal raksasa, serta kawanan makhluk Kryll yang terbang melindunginya sudah lebih dari cukup untuk menunjukkan betapa tangguhnya sosok ini.

Pertarungan terakhir melawan Raam terjadi di atas kereta yang sedang melaju—sebuah latar yang sudah pasti menambah keseruan—namun Raam tidak akan sekadar berdiam diri dan melepaskan tembakan sesekali. Sebaliknya, ia akan terus memburu pemain sepanjang pertarungan, baik dengan menembaki mereka menggunakan senapannya maupun dengan membiarkan kawanan Kryll menyerang atas perintahnya. Satu-satunya cara untuk melukai Raam adalah dengan menunggu Cole menyorotkan lampu ke arahnya; sorotan cahaya ini memaksa Kryll menjauh dari tuannya, namun kesempatan ini hanya berlangsung singkat, sehingga pemain harus bergerak cepat dan tidak membuang-buang waktu. Ini adalah pertarungan bos terakhir yang sangat mendebarkan dan memperlihatkan betapa hebatnya kekuatan Raam yang sesungguhnya, menjadikan kemenangan atasnya terasa jauh lebih memuaskan.

Sumber: gamerant

Comments

Popular