17 Juli 2026
Arena pertarungan cenderung menjadi hal yang kurang diperhatikan oleh banyak pemain dalam game fighting, hanya berfungsi sebagai latar belakang untuk pertarungan sengit yang akan segera dimulai. Namun, tidak dapat disangkal bahwa beberapa franchise game fighting telah menghasilkan arena pertarungan yang berkesan dan menonjol karena desain, atmosfer, dan musiknya. Hal ini terutama berlaku untuk franchise Mortal Kombat. Game ini memiliki alur cerita yang kaya dengan lokasi unik tempat pemain dapat bertarung, dan ditambah lagi, banyak arena memungkinkan karakter untuk berinteraksi dengan lingkungan. Hal ini membuat arena terasa jauh lebih hidup.
Sejak Mortal Kombat pertama kali hadir di arcade, salah satu fitur unggulannya yang membedakannya dari para pesaingnya, selain gameplay yang brutal dan Fatalities, adalah arena pertarungannya. Arena-arena ini selalu memberikan petunjuk tentang kisah yang lebih luas dari seri yang dicintai ini. Di antara mereka, ada beberapa arena yang terbukti jauh lebih populer di kalangan penggemar lama.
9. Warrior Shrine (Mortal Kombat)
Anehnya, Warrior Shrine adalah satu-satunya arena dari Mortal Kombat asli yang tidak kembali di Mortal Kombat '9'. Siapa pun yang memainkan game pertama akan langsung mengenali patung-patung Goro, Kano, Scorpion, dan petarung-petarung perkasa lainnya yang memamerkan kekuatan mereka sebagai bagian dari arena.
Arena ini memiliki tempat yang sangat penting dalam sejarah Mortal Kombat. Arena ini terungkap sebagai tempat Liu Kang dan Shang Tsung bertarung untuk terakhir kalinya, yang dapat dilihat dalam pengantar Mortal Kombat II. Liu Kang melakukan tendangan terbang khasnya sambil melesat melewati semua patung yang terlihat di bagian belakang arena.
8. Acid Bath (Mortal Kombat: Deadly Alliance)
Meskipun Mortal Kombat 4 telah mencoba pendekatan 3D dalam permainannya, Mortal Kombat Deadly Alliance benar-benar memanfaatkannya secara maksimal. Hal ini memungkinkan pemain untuk bergerak menyamping di setiap arena, yang pada akhirnya menghasilkan banyak lingkungan unik yang dirancang.
Arena paling ikonik dari game ini, dan yang benar-benar menguji keterampilan pemain dalam menavigasi ruang 3D, adalah Acid Bath. Platform melingkar kecil ini dikelilingi oleh kolam asam yang mendidih yang membantu meningkatkan intensitas, membuatnya terasa seperti pertarungan hidup mati yang sesungguhnya. Terdapat juga empat Buddha Asam yang tersebar di seluruh arena yang akan melukai pemain jika mereka terlalu dekat, membuat setiap pertarungan menjadi jauh lebih strategis.
7. Living Forest (Mortal Kombat II & '9')
Living Forest yang menyeramkan dipenuhi pohon-pohon yang memiliki kesadaran dan konon memakan siapa pun yang tersesat ke wilayah mereka. Meskipun arena ini telah beberapa kali muncul di sepanjang franchise, desainnya di Mortal Kombat II sangat menakutkan.
Sesekali, Jade dan Smoke akan menjulurkan kepala mereka dari pepohonan, yang semakin menambah kesan menyeramkan dari lingkungan tersebut. Dulu, ketika game-game tersebut hanya tersedia di mesin arcade, bahkan ada rumor tentang jurus pamungkas rahasia di mana pepohonan akan mengunyah lawan yang kalah, sesuatu yang sebenarnya ditambahkan NetherRealm di game-game selanjutnya.
6. Kove (Mortal Kombat X)
Kove adalah salah satu arena pertama yang dapat dilihat pemain selama persiapan Mortal Kombat X. Arena ini langsung memukau para penggemar dengan visualnya yang luar biasa dan banyaknya objek interaktif yang tersebar di lingkungan tersebut yang dapat dimanfaatkan pemain.
Gua besar berbentuk tengkorak dengan ombak ganas yang menghantam di depannya adalah pemandangan yang menakjubkan. Arena ini juga menampilkan banyak tong dan bahkan mayat yang tergeletak di laut, yang dapat dilempar pemain ke lawan mereka. Kove adalah salah satu arena paling berkesan dari Mortal Kombat X, dan menunjukkan seberapa jauh perkembangan visual game fighting sejak awal kemunculannya.
5. Evil Monastery (Mortal Kombat II & '9')
Evil Monastery yang terinspirasi gaya gotik pertama kali muncul di Mortal Kombat II. Namun, baru setelah dibuat ulang di Mortal Kombat '9', para pengembang dapat membuat lokasi ikonik dalam franchise ini menjadi semengerikan seperti yang selalu digambarkan.
Arena ini menampilkan siklus siang dan malam yang berubah-ubah, Shadow Priest yang menyeramkan melayang di latar belakang, dan kerangka berjubah yang dilengkapi pedang. Bersama-sama, aspek-aspek ini membuat arena ini menyenangkan untuk dilihat, apalagi untuk bertarung di dalamnya. Ini belum termasuk musik intens yang dijamin akan membuat kedua pemain bersemangat begitu pertempuran dimulai.
4. The Dead Woods (Mortal Kombat X)
Mungkin arena paling ikonik dari Mortal Kombat X, The Dead Woods adalah hutan yang dipenuhi salju yang telah ditinggalkan untuk layu setelah pertempuran berdarah. Sejarahnya terlihat jelas dari banyaknya mayat yang masih tergeletak di sana.
Suasana terisolasi ini memberikan kontras yang bagus dengan banyak arena lain, yang cenderung berada di tengah-tengah aksi. Sebaliknya, The Dead Woods mempertemukan dua lawan di arena yang sunyi. Di sana, mereka dapat bertarung sepuasnya tanpa gangguan apa pun. The Dead Woods adalah arena yang ditampilkan dalam trailer pengungkapan sinematik Mortal Kombat X yang kini ikonik, sehingga dalam banyak hal, arena ini telah menjadi identik dengan judul game tersebut.
3. Portal (Mortal Kombat II & 11)
Portal telah muncul di banyak game dalam seri ini, bahkan muncul sebagai salah satu arena Retrocade di Mortal Kombat 11. Namun desainnya di Mortal Kombat II tetap menjadi salah satu yang paling unik dalam sejarah Mortal Kombat.
Terletak di dataran tinggi Outworld, portal di tengah arena tetap diam sementara guntur bergemuruh di sekitarnya. Shadow Guards berdiri di setiap sisi, melindungi ke mana pun entitas misterius ini mengarah. Dalam versi Sega Genesis dari Mortal Kombat II, terdapat versi Portal dengan perubahan warna di mana arena berubah menjadi biru ketika pemain melawan Jade, Smoke, dan Noob Saibot, yang semuanya merupakan karakter rahasia dalam game tersebut.
2. The Pit (Mortal Kombat & '9')
Terdapat beberapa iterasi The Pit yang telah muncul di berbagai game. Yang pertama, dari game Mortal Kombat pertama, ikonik dan mendefinisikan jenis game Mortal Kombat. Itu adalah contoh betapa lebih mengerikan dan intensnya game ini, dibandingkan dengan game arcade fighting lainnya.
The Pit sendiri berada di Pulau Shang Tsung. Ini adalah jembatan yang tergantung di atas hamparan duri, yang telah merenggut nyawa banyak prajurit di masa lalu. Langit biru gelap dan bulan yang suram hampir memberikan suasana damai pada panggung ini, seandainya tidak ada banyaknya pertumpahan darah yang terjadi. Panggung ini adalah panggung unggulan yang pasti sudah dikenal oleh setiap penggemar lama seri ini.
1. Dead Pool (Mortal Kombat. II. & '9')
Dead Pool bisa dibilang arena pertama di Mortal Kombat yang benar-benar terasa seperti bagian dari pertarungan itu sendiri. Ini sebagian karena Stage Fatality yang mengerikan di Mortal Kombat II di mana pemain dapat melakukan uppercut pada lawan yang kalah ke dalam kolam asam, dengan hanya kerangka mereka yang muncul kembali ke permukaan.
Dead Pool membuka jalan bagi banyak arena modern yang menampilkan interaksi yang dapat digunakan pemain untuk mendapatkan keunggulan. Selain Stage Fatality, Dead Pool juga memiliki desain yang unik. Sebagai ruang penyiksaan misterius yang penuh dengan mayat, arena ini menyebabkan banyak orang berteori tentang kisah di balik area aneh ini. Deadpool telah diperkenalkan kembali di hampir setiap game sejak Mortal Kombat II, menunjukkan betapa dicintainya karakter ini di kalangan penggemar, dan betapa berpengaruhnya karakter ini terhadap arah pengembangan game-game tersebut.
Sumber: gamerant
Comments
Post a Comment