Sejarah Film Brat Pack Era 80an
16 Juni 2026
Ada beberapa "kelompok" aktor sepanjang sejarah Hollywood — sebelum Brat Pack, ada Rat Pack dengan Frank Sinatra, Dean Martin, dan Sammy Davis Jr. Namun setelah keduanya, muncul Frat Pack yang berbasis komedi dengan Will Ferrell, Ben Stiller, Vince Vaughn, dan Owen Wilson.
Mengenai kelompok yang dibahas, "Brats", mereka mendefinisikan istilah "bintang remaja" dan menyalurkan arketipe masa remaja dalam karakter mereka. Dengan beberapa film mereka yang dianggap sebagai film paling populer di tahun 1980-an, kelompok bintang muda ini dengan cepat meraih ketenaran di dekade ini, dan meskipun beberapa dari mereka telah menghilang dari radar publik, yang lain masih termasuk di antara aktor paling terkenal yang hidup saat ini.
Anggota Inti Brat Pack
Ini adalah satu-satunya kelompok aktor yang disebutkan di atas yang menampilkan perempuan dalam jumlah resmi — Molly Ringwald, Demi Moore, dan Ally Sheedy. Tiga aktor paling ikonik di tahun 1980-an. Terlebih lagi, mereka mungkin yang paling menonjol dari seluruh kelompok ini, khususnya Ringwald dan Sheedy yang masing-masing membintangi lima film yang terkait dengan Brat Pack.
Di sisi lain spektrum gender, para pria dari kelompok tersebut termasuk Emilio Estevez, Anthony Michael Hall, Andrew McCarthy, Judd Nelson, dan Rob Lowe. Beberapa nama yang familiar bagi penonton modern seperti Estevez dan Lowe, dan beberapa nama yang mungkin lebih asing seperti McCarthy dan Nelson.
Judul-judul besar yang sering dikaitkan dengan kelompok ini adalah The Breakfast Club dan St. Elmo’s Fire — dua drama tentang masa remaja dari tahun 1985. Tetapi semuanya dimulai dengan Emilio Estevez dan Rob Lowe yang muncul dalam The Outsiders pada tahun 1983. Pasangan mana pun dari nama-nama yang tercantum di atas kemudian muncul dalam tepat selusin film antara tahun '83 dan 1990, yang berpuncak pada proyek berjudul Betsy’s Wedding (1990) dengan Ally Sheedy sebagai Connie dan Molly Ringwald sebagai Betsy.
Dan, serius: selain kedua proyek mereka yang paling populer itu, hanya dua aktor yang membintangi film tertentu dari daftar kolaborasi mereka — Class (1983) hanya menampilkan Rob Lowe dan Andrew McCarthy, sementara Blue City (1986) hanya menampilkan Judd Nelson dan Ally Sheedy. Namun, terlepas dari berapa banyak kolaborator yang dibutuhkan dalam sebuah film untuk dianggap sebagai bagian dari katalog Brat Pack, beberapa judul terkait ini menghasilkan uang yang sangat besar di box office dan mendapatkan ulasan yang mengesankan dari para kritikus.
Tanggapan Kritis dan Komersial
Meskipun St. Elmo’s Fire menghasilkan uang yang cukup baik di box office — $37,8 juta dengan anggaran $10 juta — film ini tidak terlalu menarik perhatian kritikus. Film ini hanya memiliki rating persetujuan 42% di Rotten Tomatoes, dan Rob Lowe bahkan memenangkan Penghargaan Razzie untuk Aktor Pendukung Terburuk atas perannya dalam film ini.
Namun, pada awal tahun yang sama, John Hughes merilis The Breakfast Club yang mendapat sambutan baik dari kritikus, dan menghasilkan $51,5 juta dengan anggaran yang sangat kecil, yaitu $1 juta. Selain itu, film ini kemudian dianggap cukup "relevan secara historis, budaya, atau estetika" untuk dipilih untuk dilestarikan di National Film Registry. Tidak ada yang bisa melebih-lebihkan pentingnya film klasik John Hughes ini — baik dari segi karya sutradara, para pemain, atau siapa pun yang terlibat. Semua orang yang membaca ini tahu dampaknya, dan itulah alasan mengapa grup ini tetap eksis hingga saat ini.
Namun, bukan berarti ini satu-satunya film berkualitas yang dihasilkan oleh The Brats. Film-film populer lainnya yang terkait di sini adalah Sixteen Candles (1984) dengan Anthony Michael Hall dan Molly Ringwald, dan Pretty in Pink (1986) dengan Ringwald dan Andrew McCarthy. Kedua film tersebut diterima dengan baik dan menghasilkan pendapatan yang lumayan di box office, tetapi pada akhirnya, film The Brat Pack yang paling ikonik akan selalu menjadi The Breakfast Club.
Warisan The Brat Pack
Dekade 1980-an adalah dekade yang dicintai untuk film-film yang penuh dengan film-film klasik kultus yang semuanya memanfaatkan gaya "delapan puluhan" yang khas, seolah-olah setiap film dari dekade ini dibuat oleh sutradara yang sama. Dan The Brat Pack membantu membentuk warisan tersebut. Namun, sebagai sebuah kelompok aktor, reputasi mereka rusak menjelang akhir masa kejayaan mereka di tahun 1980-an karena serangkaian kesalahan individu dalam kehidupan profesional dan pribadi beberapa aktor tertentu.
Skandal seks Rob Lowe, masalah alkohol Andrew McCarthy, dan penyalahgunaan narkoba Ally Sheedy — ini adalah beberapa masalah paling menonjol yang terkait dengan kelompok tersebut setelah tahun 1980-an. Tahun 1990-an dan seterusnya merupakan dekade penentu bagi The Brats. Banyak dari mereka gagal, sementara yang lain seperti Demi Moore terus membangun nama mereka sebagai entitas individu di Hollywood.
Sebagian besar warisan mereka akan selamanya berpusat pada The Breakfast Club, dan selain itu, satu-satunya film yang benar-benar dibintangi oleh beberapa aktor inti dari kelompok tersebut adalah St. Elmo's Fire. Namun, dengan film-film lain di bawah naungan mereka seperti The Outsiders, Sixteen Candles, dan Pretty in Pink, kelompok mantan bintang remaja yang terkenal ini akan selalu dikenang berkat kontribusi mereka yang tak terhapuskan bagi Hollywood.
Sumber: movieweb
Comments
Post a Comment