Top 10 Lagu The Isley Brothers Terbaik

23 September 2026


Pengaruh The Isley Brothers sungguh tak terhingga.

Sebagai pilar musik populer selama hampir tujuh puluh tahun, The Isley Brothers merupakan salah satu grup musik yang paling berpengaruh dan mampu bertahan lama.

Tanpa mereka, genre soul, funk, R&B, dan bahkan hip-hop tidak akan memiliki karakteristik seperti yang kita kenal sekarang; jejak pengaruh mereka pun masih terasa kuat dalam lagu-lagu masa kini.

Berawal sebagai trio vokal pada tahun 1954, The Isley Brothers telah mengalami berbagai perubahan—baik dari segi formasi anggota maupun evolusi gaya musik—mulai dari grup vokal bergaya rapi dan santun di era 50-an, menjadi bintang Motown di tahun 60-an, hingga sosok yang memikat lewat musik funk dan soul sepanjang tahun 70-an.

Grup ini senantiasa mempertahankan nuansa kekeluargaan, dengan anggota pendiri Ronald Isley sebagai sosok yang terus hadir sepanjang sejarah perjalanan mereka.

Berbekal sejarah yang kaya dan katalog lagu yang luas, mereka telah melahirkan sejumlah lagu hit terbaik dalam ranah musik funk dan soul.

Berikut adalah daftar sepuluh lagu terbaik The Isley Brothers, yang telah disusun berdasarkan peringkat:

10. Footsteps in the Dark (1977)


Salah satu bukti nyata bahwa pengaruh The Isley Brothers merambah ke musik kontemporer adalah ketika pemain bas jazz-funk, Thundercat, menggunakan sampel ketukan drum pembuka lagu tersebut untuk lagunya yang berjudul 'Them Changes' (2017).

Hal ini membuka jalan bagi generasi baru untuk menyelami khazanah musik funk dan soul The Isley Brothers, di mana lagu 'Footsteps In The Dark' kini menjadi favorit utama dalam daftar putar para DJ masa kini.

  9. Love The One You're With (1971)


Ditulis pada tahun 1970 oleh Stephen Stills—anggota grup Crosby, Stills & Nash sekaligus mantan personel Buffalo Springfield—lagu 'Love The One You're With' mengangkat tema "free love" khas gerakan kontra-budaya serta sifatnya yang sementara.

Setahun kemudian, The Isley Brothers memutuskan untuk membawakan ulang lagu tersebut dan menafsirkannya sebagai sebuah ode bagi cinta universal yang lebih tinggi maknanya.

Versi mereka membuka jalan bagi musisi lain, seperti Aretha Franklin dan—cukup mengejutkan—bahkan grup Bucks Fizz (wakil Inggris di Eurovision), untuk turut membawakan ulang lagu balada tersebut bertahun-tahun kemudian.

  8. Get Into Something (1970)


Dirilis pada tahun 1970, 'Get Into Something' merupakan salah satu lagu The Isley Brothers dengan groove paling mendalam, yang lahir saat mereka mulai mengeksplorasi gaya bermusik baru setelah berpisah dengan label Motown. Setelah mendirikan label rekaman sendiri, T-Neck, band ini bebas merilis karya funk epik berdurasi tujuh setengah menit jika mereka mau—dan itulah tepatnya yang mereka lakukan.

Mereka mengubah arah musik—dengan mengambil pengaruh dari James Brown, karya-karya belakangan The Temptations, dan Sly Stone—dan para pengunjung lantai dansa pun menyambutnya dengan antusias.

  7. Ohio/Machine Gun (1971)


Setelah menaklukkan genre funk, The Isley Brothers sempat mengikuti arus counterculture dan mulai membawakan ulang lagu-lagu dari artis rock serta folk terkemuka pada masa itu, seperti Bob Dylan, Carole King, dan James Taylor.

Salah satunya adalah lagu "Ohio/Machine Gun" keluaran tahun 1971, yang merupakan mash-up dari lagu-lagu protes karya CSNY dan Jimi Hendrix.

Ini merupakan salah satu momen paling membara, garang, dan menyentuh dari kiprah musik mereka.

  6. Testify [Parts I & II] (1964)


Hubungan dengan Jimi Hendrix sangatlah erat bagi The Isley Brothers, terutama karena merekalah grup yang pertama kali menemukan bakatnya.

Almarhum O'Kelly Isley Jr.-lah yang secara tidak sengaja bertemu dengan seorang pemuda tunawisma yang sedang bermain gitar—yang ternyata adalah sosok hebat Jimi Hendrix—lalu mengajaknya bergabung dengan band mereka.

Kehadirannya sangatlah berharga, terutama dalam lagu "Testify", sebuah trek yang secara luas dianggap sebagai awal mula lahirnya legenda Jimi Hendrix. Dan semua itu berkat peran The Isley Brothers.

  5. That Lady (1973)


"That Lady" adalah jenis lagu soul menggoda yang seolah ditakdirkan untuk menjadi latar musik bagi momen romantis larut malam, dan kemungkinan besar memang telah mengiringi banyak momen semacam itu.

Diaransemen ulang dari lagu hit The Isley Brothers tahun 1964, "Who's That Lady", menjadi lagu R&B yang dinamis dan bersemangat, lagu ini sukses besar bagi grup tersebut; ia mencapai peringkat ke-6 di tangga lagu Billboard AS dan masuk dalam jajaran 20 besar tangga lagu Inggris.

Lagu ini mengukuhkan posisi The Isley Brothers di hati para penggemar musik soul maupun rock pada dekade tersebut, serta mendapatkan pemutaran yang konsisten di stasiun radio R&B maupun rock—sebuah hal yang tergolong langka pada masa itu.

  4. It's Your Thing (1969)


"It's your thing, do what you wanna do. I can't tell you who to sock it to." Lirik ikonik dari Ronald Isley ini dianggap sebagai lagu kebangsaan bagi kebebasan seksual dan kemandirian perempuan. 

Namun, ambiguitas tersebut membuat stasiun-stasiun radio antusias memutar lagu "It's Your Thing" pada tahun 1969 dan melambungkannya ke posisi nomor 2 di tangga lagu Billboard AS, tanpa benar-benar menyadari adanya konotasi seksual di dalamnya.

Jarang ada lagu soul yang begitu ceria seperti ini; lagu tersebut bahkan mengantarkan The Isley Brothers meraih penghargaan Grammy untuk kategori Grup Vokal R&B Terbaik pada tahun 1970.

  3. This Old Heart of Mine [Is Weak for You] (1966)


Ini adalah lagu andalan Motown yang tak lekang oleh waktu. 'This Old Heart Of Mine (Is Weak For You)' terasa begitu indah dan menggugah saat ini, sama seperti ketika pertama kali dirilis pada tahun 1966.

Lagu yang sempat menempati posisi nomor 3 di tangga lagu Inggris ini merupakan contoh klasik formula Motown: lirik yang menyayat hati tentang seseorang yang bernasib buruk dalam percintaan, namun dibalut dengan melodi yang sangat memikat dan mudah melekat di ingatan.

Sebagai penggemar berat Motown maupun The Isley Brothers, Rod Stewart membawakan ulang lagu ini pada tahun 1975 dan meraih kesuksesan besar; namun, impiannya benar-benar terwujud pada tahun 1989 saat ia bisa merekam lagu tersebut sebagai duet bersama grup musik soul idolanya itu.

  2. Summer Breeze (1974)


Awalnya merupakan lagu hit yang masuk jajaran sepuluh besar bagi duo folk-rock Seals & Crofts pada tahun 1972, 'Summer Breeze' kemudian dibawakan ulang oleh The Isley Brothers dua tahun berselang dan diubah menjadi lagu slow-jam yang lembut serta menghadirkan nuansa syahdu layaknya suasana matahari terbenam.

Versi mereka berhasil menembus peringkat 20 besar di tangga lagu Inggris; meski saat itu kurang mendapat sambutan berarti di Amerika Serikat, lagu ini justru menjadi salah satu karya grup tersebut yang paling awet popularitasnya.

Hal ini kemungkinan besar berkat permainan gitar utama Ernie—sang adik—yang memiliki karakter suara fuzz nan memikat dan penuh nuansa sensual, sekaligus membuktikan dirinya sebagai penerus sepadan bagi Hendrix setelah sang legenda gitar tersebut hengkang untuk meniti karier sebagai ikon musik rock dengan gayanya sendiri.

  1. Shout (1959)


Lagu ini memiliki salah satu intro vokal paling ikonik dalam sejarah musik pop—'Shout' adalah lagu andalan The Isley Brothers yang sekaligus menjadi batu loncatan bagi karier musik mereka.

Dengan menerapkan gaya vokal call-and-response khas musik gospel yang mereka pelajari semasa muda di gereja, trio ini selalu berhasil memancing antusiasme luar biasa dari penonton setiap kali membawakan lagu tersebut.

Menariknya, lagu ini tidak bermula sebagai sebuah lagu utuh, melainkan sebagai aksi spontan di tengah penampilan panggung mereka, yang kemudian berkembang hingga akhirnya mereka menciptakan 'Shout' sebagai lagu hit tersendiri.

Tentu saja, kita tahu bahwa Lulu berhasil membangkitkan kembali popularitas lagu ini pada dekade berikutnya, sekaligus memperkenalkannya ke dunia musik pop saat ia masih berusia 16 tahun.

'Shout' memang tidak pernah menjadi hit besar secara komersial, namun lagu ini menjadi fenomena di kalangan anak muda di lantai dansa seluruh Amerika Serikat; gaya penyajiannya yang bergantian antara berhenti dan mulai kembali menjadi hal lumrah di acara pernikahan, pesta dansa sekolah (prom), dan berbagai perayaan lainnya, memungkinkan orang-orang untuk bersenang-senang dan melepas penat.

Lagu ini membawa kesuksesan yang cukup bagi The Isley Brothers untuk membelikan rumah bagi ibu mereka, sekaligus membuka jalan bagi grup tersebut untuk kemudian menjadi legenda musik funk dan soul.

Sumber: goldradio

Comments

Popular