Kisah Film Terbaik: Episode 373 - The Fast and the Furious (2001)
Film Balapan Jalanan Terbaik Sepanjang Masa
30 Agustus 2026
Rilis: 22 Juni 2001
Sutradara: Rob Cohen
Durasi: 107 Menit
Genre: Aksi
RT: 56%
Dua puluh lima tahun yang lalu, tepatnya pada 22 Juni 2001, The Fast and the Furious dirilis ke hadapan dunia yang kala itu belum menyadari dampaknya. Sejak saat itu, film ini berkembang menjadi franchise multimedia raksasa yang mencakup delapan film dengan total pendapatan lebih dari $7 miliar, serial animasi, video game, wahana taman hiburan, dan banyak lagi. Namun, terlepas dari debut yang menjanjikan, butuh waktu bagi film balap mobil ini untuk tumbuh menjadi fenomena box office yang mendefinisikan semangat zaman. Beginilah kisahnya bermula.
Situasi Box Office Sangat Berbeda pada Tahun 2001
Meskipun film blockbuster modern sudah ada sejak akhir tahun 1970-an—berkat kesuksesan luar biasa Jaws karya Steven Spielberg (Episode 37, 1975) dan Star Wars karya George Lucas (Episode 161, 1977)—wujud film Hollywood beranggaran besar yang kita kenal sekarang sangat berbeda dibandingkan kondisinya pada 25 tahun yang lalu.
Dalam daftar 25 film terlaris sepanjang masa saat ini (tanpa penyesuaian inflasi), hanya satu film mega-blockbuster yang dirilis sebelum tahun 2001, yaitu Titanic (Episode 329, 1997). Untuk menemukan film lain yang dirilis sebelum tahun 2001 dalam daftar tersebut, kita harus menelusuri hingga peringkat ke-40 (Jurassic Park, Episode 298, 1993) dan kemudian jauh ke bawah hingga peringkat ke-51 (Star Wars: Episode I - The Phantom Menace, 1999).
Kondisi franchise film pun sangat berbeda. Semesta cerita yang saling terhubung—seperti MCU—kala itu lebih merupakan fenomena televisi (ingatlah bagaimana All in the Family melahirkan spin-off seperti The Jeffersons dan Maude, di mana Maude kemudian melahirkan spin-off turunan ketiga, Good Times). Bagaimanapun, franchise film terbesar saat itu hanyalah Star Wars dan James Bond. Star Wars memiliki kesinambungan cerita yang ketat, sementara James Bond hampir tidak memilikinya, karena sering mengganti aktor pemeran utama.
Baru pada abad ke-21, film-film mega-blockbuster mulai melahirkan franchise mega-blockbuster yang mampu mengubah karya turunan dan spin-off yang memiliki kesinambungan cerita menjadi sukses besar. Hal ini sebenarnya bermula tepat pada pergantian abad, ketika enam dari 20 franchise film terlaris sepanjang masa mulai tayang antara tahun 2000 dan 2003, termasuk Spider-Man, X-Men, Harry Potter, The Lord of the Rings, Shrek, Pirates of the Caribbean, dan tentu saja, Fast & Furious.
The Fast and the Furious Menjadi Film Sukses
Film The Fast and the Furious (2001) langsung memikat penonton saat pertama kali dirilis. Film ini menarik penonton ke dalam kisah penuh adrenalin tentang polisi yang menyamar, Brian O’Conner (Paul Walker), yang terseret ke dunia balap liar bawah tanah setelah menjalin hubungan dengan tersangka yang karismatik, Dominic Toretto (Vin Diesel), serta adik perempuannya, Mia (Jordana Brewster).
Film ini telah mengukuhkan statusnya sebagai film sukses bahkan sebelum memasuki minggu kedua penayangannya di bioskop. Meskipun baru dirilis delapan hari menjelang akhir bulan, film ini menempati peringkat keempat film terlaris di box office domestik untuk bulan Juni 2001. Dengan perolehan pendapatan fantastis sebesar $71,7 juta, film ini masuk dalam daftar bulanan di bawah film sukses bertema Perang Dunia II Pearl Harbor ($89 juta), adaptasi video game Lara Croft: Tomb Raider ($96,4 juta), dan film animasi yang sangat sukses Shrek (sudah dibahas di Episode sebelumnya, $105,4 juta).
Di akhir masa penayangannya, The Fast and the Furious telah meraup pendapatan $144,5 juta di box office domestik dan $207,3 juta secara global—jumlah yang lebih dari lima kali lipat anggaran produksinya yang sebesar $37 juta. Namun, pada saat itu film ini tidak terlalu menonjol secara peringkat; ia berada di posisi ke-12 dalam daftar film domestik terlaris tahun tersebut (di belakang American Pie 2) dan posisi ke-19 dalam daftar global (di belakang film horor Nicole Kidman, The Others).
Franchise The Fast & the Furious Berhasil Bertahan dan Beradaptasi
Meskipun The Fast and the Furious meraih kesuksesan yang tak terbantahkan, pada awalnya film ini tidak terlihat akan melahirkan sebuah franchise yang mampu bertahan kuat di box office. Film ini secara alami melahirkan sekuel (2 Fast 2 Furious tahun 2003), dan meskipun pendapatannya sedikit lebih tinggi (US$236 juta secara global), biaya produksinya juga jauh lebih besar (US$76 juta).
Dalam upaya untuk bangkit dari kelesuan box office, film berikutnya—The Fast and the Furious: Tokyo Drift (2006)—dibuat sebagai sekuel yang berdiri sendiri, namun hasilnya justru lebih buruk; film ini meraup US$159 juta dengan anggaran produksi US$85 juta. Pada titik itu, franchise ini tampak benar-benar sudah tamat.
Lantas, bagaimana franchise ini bisa bangkit dan menjadi franchise film dengan pendapatan tertinggi kedelapan sepanjang masa? Kuncinya adalah fleksibilitas; mereka beradaptasi dengan perubahan pasar film dan mampu menyesuaikan diri dengan berbagai tantangan. Perubahan tersebut mencakup upaya merangkul penonton internasional seiring dengan menguatnya peran pasar luar negeri—terutama Tiongkok—dalam kancah box office.
Meski Tokyo Drift merupakan upaya awal yang kurang berhasil dalam menjangkau penonton non-Amerika, franchise ini secara hati-hati mulai memperbanyak lokasi syuting di luar AS sembari melibatkan bintang-bintang ternama dunia (seperti Dwayne Johnson pada 2011, Jason Statham pada 2015, Charlize Theron dan Helen Mirren pada 2017, John Cena pada 2021, serta Jason Momoa pada 2023). Mereka juga merespons tren besar yang dipelopori oleh MCU dengan menghadirkan semesta bersama (shared universe) pada tahun 2019 melalui film spin-off sukses Hobbs & Shaw, yang meraup pendapatan sebesar US$760,7 juta.
Sementara itu, mereka berhasil bangkit dari berbagai pukulan berat, termasuk hasil mengecewakan dari Tokyo Drift (yang memaksa mereka memikirkan ulang strategi sejak awal) dan kematian tak terduga pemeran utama franchise ini, Paul Walker, pada tahun 2013 (yang menjadikan Furious 7 rilisan tahun 2015 sebagai semacam penghormatan bagi mendiang sang bintang, lengkap dengan lagu tribut dari Wiz Khalifa dan Charlie Puth berjudul "See You Again" yang sempat menduduki peringkat pertama Billboard Hot 100 di Amerika Serikat selama 12 minggu secara tidak berturut-turut).
Berkat langkah-langkah berani ini, franchise tersebut meraih kesuksesan luar biasa; empat film yang dirilis setelah Tokyo Drift masing-masing mencatatkan pendapatan yang lebih besar daripada film sebelumnya. Sejauh ini, seri ini mencapai puncak kesuksesan lewat Furious 7 dengan pendapatan $1,515 miliar, namun diikuti oleh film sukses lainnya yang menembus angka miliaran dolar (The Fate of the Furious dengan $1,236 miliar) serta tiga film lain yang masing-masing meraup lebih dari $700 juta secara global.
Semuanya Bermula dari Film The Fast and the Furious (2001)
Meskipun kesuksesan saga Fast & Furious sebagian merupakan hasil dari strategi yang sangat cerdas, franchise ini tidak akan mencapai kesuksesan seperti sekarang tanpa fondasi yang dibangun oleh film pertamanya.
Pada akhirnya, alasan mengapa franchise ini mulai menemukan momentumnya adalah karena mereka mulai lebih banyak menggali elemen dari film orisinal yang sukses tersebut, bahkan ketika alur ceritanya menjadi semakin fantastis dan jauh berbeda dari kisah kriminal sederhana yang disajikan pada tahun 2001. Namun, kuncinya terletak pada jajaran karakter film tersebut, yang membentuk inti dari konsep "keluarga pilihan" (found family) yang menjadi landasan bagi film-film lanjutannya.
Paul Walker adalah satu-satunya pemeran utama yang kembali tampil di 2 Fast 2 Furious, sementara Vin Diesel menjadi satu-satunya wajah yang familier di Tokyo Drift. Baru pada film keempat, Fast 4 Furious, Walker, Diesel, Jordana Brewster, dan Michelle Rodriguez (sebagai kekasih Dom, yang kemudian menjadi istrinya, Letty Ortiz) benar-benar dipersatukan kembali di layar lebar. Bukan suatu kebetulan jika pada saat itulah franchise ini mulai melesat sukses, bahkan sebelum kehadiran bintang-bintang seperti Dwayne Johnson.
Jadi, bagaimana pendapat Anda tentang film The Fast and the Furious (2001) saat film ini merayakan hari jadinya yang ke-25? Di mana posisi film ini menurut Anda jika dibandingkan dengan film-film terbaik dalam franchise tersebut? Apakah Anda terkejut mengetahui bahwa film ini sebenarnya tidak meraih kesuksesan blockbuster sebesar sekuel-sekuelnya yang belakangan?
Sumber: nofilmschool
Comments
Post a Comment